Rezeki itu datang dari Allah dan sudah diatur, bukan manusia yang menentukan. Ungkapan ini sering kita dengar, sebagai muslim kita meyakini itu sepenuhnya benar. Namun ungkapan itu bukan berarti sebuah bentuk kepasrahan dengan melupakan ikhtiar dengan strategi dan perencanaan yang matang. Ungkapan itu menjadi tepat bila semua perencanaan sudah tertata rapi, kemudian segala proses telah dilakukan dan kita sudah menerima hasil. Optimal atau tidaknya hasil yang dicapai, ungkapan di atas akan menjadi kontrol kesyukuran kita. Memang rezeki dan segala ketentuan berasal dari Allah SWT. Namun semua itu membutuhkan media perantara, karena kita bukanlah nabi dan rasul yang bisa mendapatkan segala sesuatu secara langsung dari Allah SWT dengan mukjizat yang diberikan. Perantara terbesar dalam memperoleh rezeki tersebut adalah hubungan antar manusia. Karena itu membina relationship atau hubungan yang baik menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.
Dalam sebuah forumnya, motivator ternama Mario Teguh mengatakan bahwa rezeki memang berasal dari langit (baca : Allah SWT) lewat orang lain. Karena itu seharusnya kita pandai menyentuh hati orang lain agar dia memutuskan dirinya siap menjadi perantara pemberi rezeki untuk kita. Mari kita berpikir, misalnya di sebuah pusat pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta, hampir semua toko menjual komputer. Kalau kita berpikir secara sempit tentu muncul kesimpulan di benak kita bahwa peluang untuk menjual barang yang sama di tempat itu kecil sekali, sehingga kita pasti tidak akan menjual komputer juga. Bayangkan bila pikiran itu muncul di semua benak pedagang komputer di Mangga Dua, pasti justru tidak ada yang berdagang komputer. Tapi ternyata pedagang komputer itu tetap eksis bertahun-tahun bahkan semakin hari kian bertambah banyak. Banyaknya pembeli yang datang dan membuat mereka eksis karena pelayanan yang terbaik, walaupun harga yang terjangkau kadang menjadi faktor penentu. Itulah salah satu bukti bahwa rezeki Allah yang menentukan tapi lewat manusia.
Kita juga mungkin pernah mengalami akan berbelanja di pasar dengan menawar harga terlebih dahulu, tapi karena dirasa terlalu mahal kita mengurungkan niat membeli di tempat itu. Kemudian menawar pada pedagang lain. Harga yang ditawarkan ternyata lebih tinggi, tapi karena perilaku, sopan santun, gaya bicara dan pelayanan pedagang itu menyenangkan hati sehingga kita justru memutuskan membeli pada pedagang itu walaupun dengan harga yang lebih mahal. Itulah kekuatan sentuhan hati. Kadang orang memutuskan sesuatu tidak dengan logika semata, tapi dengan emosi dan perasaan juga. Karena itu pandailah menyentuh hati orang lain. Dalam istilah marketing melayani dengan hati ini adalah bagian dari service excellent. Ini sekali lagi membuktikan orang butuh dengan pelayanan kita atau tidak tergantung dari kemampuan kita melayani dengan baik.
Menjadi seorang network builder atau pembangun jaringan adalah profesi yang membutuhkan sentuhan hati. Karena bisnis jaringan sering juga disebut bisnis antar manusia, maka dalam membangun jaringan yang terdiri dari manusia dengan berbagai karakternya dibutuhkan sentuhan hati sehingga menimbulkan simpati, empati yang pada akhirnya orang tersebut akan menjadi bagian dari jaringan kita. Tentu sebagai mitraniaga Ahad-Net, Anda ingin membangun jaringan yang besar dan ideal sehingga tujuan yang Anda harapkan cepat tercapai. Pekerjaan selanjutnya ketika seseorang telah menjadi jaringan Anda adalah membina, memantau, mendampingi serta membantu menyelesaikan tantangannya sambil membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri. Pekerjaan pembinaan, pemantauan dan pendampingan kepada mitraniaga lain sebagai mitramuda Anda adalah bagian dari pelayanan yang membutuhkan sentuhan hati. Anda bisa membayangkan di tengah banyaknya bisnis jaringan yang ditawarkan, tentu persaingan menjadi tidak terelakkan. Satu-satunya cara bersaing yang sehat adalah dengan memberikan pelayanan dengan sentuhan hati yang lebih, sehingga orang menjadi tertarik untuk bergabung. Saatnya kita mengetengahkan pelayanan dengan hati kepada orang lain, jika Anda ingin rezeki lebih cepat menghampiri. Karena rezeki datang dari Allah melalui orang lain.
(HRM)
Diposting oleh Admin Senin, 25 April 2011 16:34:10 Rubrik : Hikmah - dibaca : 435 Kali
tag : Rezeki,Datang,Dari,Allah,SWT,Lewat,Orang,Lain