‘’Hidup adalah masalah, jika tidak ingin bermasalah maka jangan hidup’’ begitulah kira-kira sepenggal kalimat yang pernah kita baca atau sering kita dengar. Tentu saja kata-kata itu tidak serta merta terbentuk atau diucapkan, ada sesuatu yang ingin disampaikan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan atau diselesaikan (soal atau persoalan).
Mari kita renungkan sejenak, bagian mana dari kehidupan kita yang bukan masalah? segala rutinitas yang kita lakukan setiap hari bukankah membutuhkan solusi yang harus disegerakan agar kehidupan kita menjadi tenang, damai dan bahagia. Seorang ayah harus bekerja karena ia bertanggung jawab menafkahi keluarganya agar dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya, seorang ibu berkewajiban mengurus rumah tangga dan merawat anak-anaknya, dan seorang anak harus bersekolah untuk dapat memperoleh pendidikan yang layak agar dapat berbakti kepada kedua orang tuanya dan berguna bagi sesama. Setiap orang mempunyai masalahnya sendiri dan setiap orang juga telah memiliki cara tersendiri dalam mencari solusi atas permasalahannya itu.
Namun, tak dapat dipungkiri dalam menjalankan roda kehidupan ini ada saja orang-orang yang masih menganggap masalah itu adalah persoalan yang besar dan sulit untuk diselesaikan sehingga mengambil jalan pintas dengan lari dari masalah dengan cara mengakhiri hidupnya. Na’udzubillahi mindzalik, ini pasti hanya dilakukan oleh orang-orang yang putus ada dari rahmat Allah, padahal Allah telah berfirman dalam QS. Al-Ankabut:23 yang artinya “Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih”. Bukankah orang-orang beriman itu memang selalu mendapatkan ujian dalam hidupnya?
Oleh karena itu, ketika dihadapkan pada masalah dalam kehidupan ini hendaklah kita menjalaninya dengan kesabaran dan terus berusaha dengan segala kemampuan terbaik yang kita miliki. Karena Allah menilai dari proses yang kita usahakan bukan dari hasil akhir yang nantinya akan kita dapatkan. Kebanyakan dari kita ketika dihadapkan pada masalah menganggap itu sesuatu yang rumit dan kompleks sehingga kita sudah menyerah duluan sebelum berjuang. Lalu, bagaimana cara terbaik yang bisa kita lakukan dalam menghadapi permasalahan hidup? Mungkin kita dapat belajar dari kisah berikut ini.
Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.
Dari cerita tersebut kita dapat membandingkan solusi yang dipilih oleh masing-masing pihak. Pihak pertama memilih jalan yang rumit sementara pihak kedua dapat menyelesaikannya dengan cara yang sangat sederhana, dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa upayakanlah cara yang sederhana dan paling memungkinkan dalam mencari solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi, fokuslah dalam mencari solusi bukan pada masalahnya sebab bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya. Wallahu’alam
(vit)
Diposting oleh nidzom Rabu, 19 Oktober 2011 02:10:08 Rubrik : Artikel Umum - dibaca : 140 Kali