Momen Pergantian Tahun Saatnya Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Tak terasa saat ini kita sudah mendekati penghujung tahun 1432H dan 2011M, hari demi hari telah kita lalui dengan berbagai macam dinamikanya. Sudah menjadi sunnatullah bahwa waktu akan terus berputar dan berganti, dalam perputaran waktu itu pastilah kita menghadapi berbagai hal yang menyiratkan makna, ada bahagia, kecewa, sedih, marah, sukses, gagal, dan sebagainya. Sebagai makhluk paripurna yang Allah ciptakan dibandingkan makhluk ciptaan-Nya yang lain, manusia diberi akal untuk berfikir sehingga segala hal yang kita lakukan di dunia ini selayaknyalah menjadikan kita lebih baik dari hari ke hari. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran ayat 190 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
Momen pergantian tahun biasanya dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap rencana hidup yang sudah atau belum tercapai. Hal ini menjadi penting karena segala sesuatu yang telah kita raih di tahun ini harus di evaluasi, ketika itu menyangkut sesuatu yang baik harus dipertahankan dan jika yang terjadi malah sebaliknya maka harus segera kita hilangkan. Bahkan sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khattab pernah berujar demikian: ”Dari Tsabit bin Al Hajjaj, dia berkata: Umar pernah berkata,”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab! Timbanglah (kualitas ibadah) diri kalian sebelum (amal perbuatan) kalian akan ditimbang! Karena, sesungguhnya proses hisab kalian akan lebih ringan apabila kalian telah menghisabnya sejak sekarang. Berhiaslah kalian untuk hari pertanggungjawaban yang sangat besar.”
Hidup di dunia ini hanyalah sementara, akan sangat merugi apabila kesombongan yang merajai hati kita karena kehidupan yang sesungguhnya adalah nanti di akhirat. Ingat dengan pepatah ini ”tak ada gading yang tak retak”, setiap diri kita pasti memiliki kesalahan baik yang kita sengaja ataupun tidak. Bisa jadi hari ini kita yang melakukan suatu kesalahan dan esok hari orang lain pula yang melakukan kesalahan, oleh karena itu jadilah kita pribadi-pribadi yang saling memaafkan dan memuliakan kehidupan yang sesaat ini dengan berbuat kebajikan yang sebanyak-banyaknya.
Mari kita membuka lembaran baru dengan rasa optimisme yang lebih, jadikan kegagalan di masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk meraih mimpi yang baru yang ingin kita capai di tahun depan. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya adalah Pertama, kenali diri kita apa yang menjadi kelebihan kita pertahankan dan tingkatkan serta yang menjadi kelemahan kita hilangkan dengan segera karena pastinya ini membutuhkan proses. Kedua, manfaatkan setiap peluang yang ada selama itu adalah kebaikan dan dibenarkan karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Ketiga, memiliki tekad yang kuat karena apapun yang telah kita rencanakan tanpa didukung oleh kemauan dan kerja keras tidak akan berarti apa-apa. Keempat, positive thinking yakni berfikir positif dalam segala tindakan yang dilakukan sebab Allah pernah berkata dalam Hadits Qudsi bahwa “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku. Jika ia berpikiran baik kepada-Ku maka ia akan mendapatkannya, dan jika ia berpikiran buruk terhadap-Ku maka ia juga akan mendapatkannya” dengan berfikir positif kita berharap dapat melakukan segala sesuatunya dengan lancar tanpa diganggu pikiran-pikiran negatif. Kelima, berdoa karena senjatanya orang-orang beriman adalah doa.
Wallahu’alam
Diposting oleh nidzom Selasa, 22 November 2011 02:11:30 Rubrik : Umum - dibaca : 129 Kali