Seorang murid bertanya kepada gurunya, “Guru, tolong beritahukan kepada saya apa makna dari kesempatan?” Gurunya menjawab, “Di depan ada sebuah padang rumput, lewatilah padang rumput itu. Jika menemukan sepotong ranting yang menurutmu paling bagus, maka ambillah lalu kembali kepadaku. Ingat satu syarat, sebelum menemukan dan mengambil ranting terbaik itu kamu tidak boleh melangkah mundur. Berjalanlah terus ke depan!”
Setelah beberapa lama, murid tersebut kembali menemui gurunya tanpa membawa sepotong pun

ranting terbaik. Lalu gurunya bertanya, “Apakah kamu tidak menemukan ranting terbaik sehingga tidak membawanya kepadaku?” Muridnya menjawab, “Sebenarnya tadi saya menemukan ranting yang menurut saya baik, tapi saya tidak mengambilnya karena berpikir di depan saya masih ada ranting yang jauh lebih baik. Setelah padang rumput terlewati semua ternyata saya tidak menemukan ranting yang lebih baik. Saya tidak mungkin kembali lagi karena guru mensyaratkan tidak boleh melangkah mundur, sehingga saya tidak membawa apa-apa”. Dengan bijak gurunya menjawab, “Iya, hari ini kamu sudah belajar tentang makna kesempatan”.
Kisah hikmah di atas boleh jadi sering kita alami. Mengapa tidak semua orang mendapatkan sesuatu yang terbaik? Jawabnya, karena dia tidak pernah memanfaatkan setiap kesempatan yang baik, hanya karena berpikir ke depannya akan mendapatkan yang lebih baik.
Saudaraku Mitraniaga, karena kasih sayang Allah SWT, Dia telah memberikan bekal yang cukup kepada kita semua. Bersamaan dengan bekal tersebut Dia telah memberikan pula berbagai kesempatan agar kita mendapatkan yang dibutuhkan. Hanya karena kelalaian, sifat serakah, ketertutupan hatilah kesempatan itu selalu kita lewatkan, akhirnya kita belum (baca: tidak) mendapatkan apa-apa. Padahal untuk hal yang sama kesempatan tidak datang dua kali.

Seiring berjalannya waktu setiap orang bertambah usia dan menjadi tua adalah sebuah kepastian. Tapi tidak semua orang serta-merta menjadi dewasa dan bijaksana seiring berjalannya waktu itu. Pergantian tahun 2011 ke 2012 pasti membuat kita semua bertambah tua dari sisi usia, tapi apakah kita sudah menjadi lebih dewasa dan bijak dalam berpikir dan bertindak?
Untuk menjadi dewasa dan bijak dalam bertindak adalah dengan mengubah sudut pandang terhadap sebuah kesempatan. Jadikanlah setiap kesempatan yang ada di depan mata sebagai momentum terpenting untuk mendapatkan yang terbaik. Jangan abaikan setiap kesempatan kecil karena percaya akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar dan lebih baik. Kebiasaan memandang remeh sebuah kesempatan kecil akan menjadikan kita lalai akan datangnya kesempatan yang lebih besar. Kesempatan tidak datang dua kali, jadi memanfaatkan setiap kesempatan adalah hal terbaik untuk dilakukan. Waktu tidak bisa kita putar untuk mundur ke belakang, jadi mengambil tindakan tepat dan mencengkeram kesempatan di depan mata dengan kuat adalah sebuah kebijaksanaan. Berpikir akan mendapatkan kesempatan kedua yang lebih baik, berpeluang membuat Anda tidak mendapatkan apa-apa.
Saudaraku Mitraniaga, menjelang akhir tahun ini secara bijak kita evaluasi diri. Kondisi yang ada pada kita sekarang, jangan-jangan karena kita telah banyak melalaikan berbagai kesempatan yang diberikan Allah SWT. Sebagai Mitraniaga atau apapun profesi Anda, jadilah seperti elang melihat dan mendengar dengan tajam setiap kesempatan, bertindak dengan cepat lalu mencengkeram dengan kuat kesempatan tersebut, dan berani melakukan aksi untuk memanfaatkan kesempatan itu. Melihat setiap kesempatan adalah momentum terbaik untuk perubahan, Insya Allah akan memberikan hasil terbaik bagi kita.
(HRM)