Hampir semua pengamat olahraga skeptis bahkan menganggap Indonesia hanya bermimpi akan meraih juara umum dalam pesta olahraga Asia Tenggara atau Sea Games XXVI di Palembang dan Jakarta tahun ini. Alasan mereka sederhana karena mereka melihat sejarah yang mencatat Indonesia setelah tahun 1997 selalu kalah, paling banter hanya menduduki peringkat ketiga. Belum lagi segala macam persiapan teknis, sarana dan prasarana yang belum selesai. Bahkan beberapa hari menjelang pelaksanaannya beberapa venue masih belum diselesaikan.
Tapi sebagian besar rakyat Indonesia yang merindukan prestasi di dunia olahraga bangkit, terus berdoa. Atlet terus berlatih dengan maksimal, panitia penyelenggara bekerja dengan giat, penanggungjawab venue siang malam bekerja mengejar target. Bahkan beberapa semboyan baik dengan kata-kata maupun dalam bentuk lirik lagu terus diperdengarkan. Indonesia Bisa! Semua itu membuat semangat membara.
Akhirnya pada saat yang ditentukan, pembukaan secara seremonial Sea Games XXVI berlangsung sukses dan megah, bahkan konon termegah di Asia dalam sejarah. Indonesia yang diragukan, menjawab membanggakan dengan meraih juara umum di Sea Games kali ini. Semua keraguan terjawab sudah. Harga diri kini telah kembali tegak. Komentator sinis dan pesimis sudah terdiam. Semua itu terjadi karena kuatnya tekad, bersatunya misi dan visi, kebersamaan, optimisme, doa yang terucap, pikiran positif yang tertancap dan ikhtiar optimal.

Hari ini kita mendapat pelajaran baru, bahwa adalah hak setiap orang untuk optimis. Hak setiap orang untuk berharap sukses dan mewujudkannya. Sudah menjadi hukum alam ada yang meragukan, melecehkan bahkan merendahkan. Tapi, adalah hak setiap orang pula untuk tidak terpengaruh, karena keberhasilan adalah hak setiap orang. Semua menjadi mungkin bila asa telah tertanam, diikuti dengan optimisme, kebersamaan, dan perencanaan yang matang. Yang tidak kalah penting adalah langkah-langkah pasti dalam berproses untuk mencapai tujuan tersebut.
Tahun 2011 hampir meninggalkan kita. Cukuplah semua yang terjadi menjadi guru bagi kita untuk diambil hikmahnya. Mengingat sejarah masa lalu yang pahit akan menyebabkan kita menjadi pribadi yang pesimis dan ragu. Tapi menjadikannya sebagai sebuah pelajaran sebagai bahan evaluasi akan membuat kita bijak menentukan langkah. Tahun 2012 telah menjelang, mari kita jadikan itu sebagai sebuah harapan untuk pencapaian prestasi yang lebih baik. Menyusun rencana kerja yang matang, strategi yang tepat dan terukur adalah modal mewujudkan harapan berprestasi tersebut. Orang bijak sering mengingatkan, bahwa perencanaan Anda saat ini, proses yang Anda lakukan sekarang adalah gambaran masa depan yang akan Anda dapatkan.
Visi 2016 AHAD-NET sudah dicanangkan sejak awal 2011 yang lalu. Setiap pencapaian kerja manajemen, mitrakarya, mitraniaga, mitrapasok dan semua pihak terkait adalah bagian dari kontribusi untuk visi 2016. Kita sendirilah yang bisa mengukur berapa besar kontribusi masing-masing. Dengan evaluasi kita masing-masing, bisa disimpulkan visi 2016 pencapaiannya tinggal sejauh mana. Tapi kita harus punya keyakinan bahwa semua pasti bisa terwujud bila dalam kebersamaan kita memiliki rencana terbaik, strategi terbaik, evaluasi terbaik, kerja terbaik dan proses terbaik. Pelaksanaan dan pencapaian Sea Games XXVI telah mengajarkan hikmah bagi kita. Jadikan masa lalu sebagai guru, masa depan sebagai harapan. Kalau Indonesia bisa, maka AHAD-NET juga bisa. Allahu Akbar!!!
(HRM).