Dalam hidup, penolakan dan penerimaan selalu datang silih berganti. Apalagi bagi pelaku bisnis MLM, penolakan adalah hal yang lumrah. Penolakan terjadi karena setiap orang punya pemikiran yang tidak sama dengan kita. Ketidaksamaan pemikiran ini bisa disebabkan karena perbedaan persepsi, bisa juga karena trauma terhadap hal yang sama, hasil propaganda negatif, informasi yang diterima tidak utuh, bahkan karena penilaian subyektif terhadap seseorang yang memberikan informasi. Karena penolakan adalah hal yang biasa, maka bukan penolakan itu yang harus ditakuti, tapi mengetahui penyebab penolakan seorang prospeklah yang harus digali. Dengan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemungkinan prospek menolak, maka seorang yang akan memprospek bisa menyiapkan langkah antisipasi sehingga peluang berhasil akan lebih besar.
Beberapa tulisan ke depan akan dibahas hal-hal yang membuat seorang prospek cenderung menolak, dan cara mengantisipasinya. Dalam tulisan kali ini akan dibahas dua penyebab yang paling banyak menyebabkan seorang prospek menolak ketika diajak untuk bergabung, yaitu:
Waktu dan Tempat yang Tidak Tepat
Sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis bahwa pelaku MLM harus melakukan pengembangan jaringan agar bisnisnya sukses. Karena itu merekrut mem-ber/mitramuda sebanyak-banyaknya adalah sesuatu yang mutlak. Menyampaikan informasi peluang bisnis MLM kepada setiap prospek harus terus dilakukan kepada siapa saja dan di mana saja. Namun, kebanyakan pelaku MLM salah kaprah menerapkannya, sehingga setiap bertemu prospek langsung berbicara tanpa strategi yang tepat dan berharap langsung closing. Padahal waktu dan tempat yang tidak tepat sangat berpengaruh terhadap minat seseorang. Prospek yang mempunyai waktu yang singkat, pasti tidak akan bisa menerima utuh informasi yang disampaikan orang yang memprospek. Atau pada saat lagi didesak kepentingan yang lain, prospek pasti akan apatis bahkan antipati terhadap yang kita sampaikan. Untuk menjaga mood prospek, seorang yang memprospek perlu membuat strategi khusus.
Akan lebih baik jika hendak melakukan prospek kepada seseorang pada tempat-tempat tertentu, saat bertemu dan berkenalan Anda hanya perlu membuka pembicaraan awal, selanjutnya mintalah nomor telepon atau alamatnya. Lalu buatlah janji untuk bertemu pada waktu dan tempat yang lebih tepat serta nyaman bagi prospek. Waktu dan tempat yang ditentukan harus disepakati oleh kedua pihak. Harapannya dengan memilih waktu dan tempat yang tepat kita bisa lebih leluasa menyampaikan informasi secara utuh. Satu catatan, saat melakukan pertemuan berikutnya Anda harus menyiapkan segala perangkat pendukung yang menguatkan, sehingga prospek lebih termotivasi untuk bergabung. Sangat dianjurkan jika Anda membawa mitrautama yang lebih berpengalaman dan sudah sukses di bisnis ini. Tapi, bila Anda menganggap prospek sudah memungkinkan untuk diclosing pada saat pertemuan pertama, maka hal itu dapat dilakukan. Ingat, ini sangat jarang terjadi. Sebagian besar keberhasilan dalam memprospek seseorang terjadi pada saat follow up di waktu dan tempat berbeda.
Faktor Kepribadian Orang yang Memprospek
Dalam teori komunikasi, salah satu keberhasilan orang menerima informasi dengan nyaman dan utuh disebabkan oleh kepribadian Anda. Karena itu dalam melakukan prospek jadilah komunikator sekaligus informan yang baik. Hindari mendominasi pembicaraan hanya karena mengejar target. Hindari juga sikap merasa lebih tahu, lebih berpengalaman dan lebih pintar, karena hal itu akan membuat prospek menjadi resisten atau cenderung bertahan, kemudian dia menolak. Ajaklah prospek berkomunikasi dengan kesetaraan, buat suasana lebih akrab dengan menggali hal-hal yang membuat prospek lebih antusias dan terbuka. Hindari juga membuat harapan-harapan yang terlalu tinggi dan tidak realistis. Ajaklah prospek berpikir rasional. Tanamkan pola pikir bahwa saat ini Anda sedang mengajak prospek untuk berbisnis, maka berpakaianlah yang pantas sebagai seorang pebisnis. Dan yang terpenting, jadikan prospek Anda sebagai orang yang penting. Insya Allah dengan melakukan hal tersebut, Anda lebih mudah merekrut mitramuda.
(HRM)
Diposting oleh nidzom Senin, 16 Januari 2012 07:01:01 Rubrik : Artikel MLM - dibaca : 71 Kali